Senin, 08 Juni 2015

Tulisan ZAIDA

"Diri yang berlumur Kebusukan"



Tuhan
Terimakasih untuk setiap nafas di hidupku
Terimakasih untuk setiap langkah yang ku jalani
Terimakasih untuk kematian yang dating

Tuhan
Aku hanya bias berjalan
Aku hanya bisa melihat
Aku hanya bisa mendengar
Dan aku hanya bisa berucap

Aku tak punya hak
Aku hanya punya kewajiban
Yang tidak bisa aku tunaikan
Apa yang harus aku lakukan Tuhan

Ampunan dari Mu
Yang selalu ku harapkan
Bagi diriku yang berlumur kebusukan

Tulisan ZAIDA

"Terus Berjalan Sayang"



Sudah ku bilang
Jangan pernah kembali
Dan jangan pernah berfikir untuk kembali
Kau yang putuskan semuanya, sayang

Aku memang salah
Yang memainkan semua rasa
Tapi, mengerti kah engkau
Aku tak bias seperti ini

Aku bukan wayang
Dan engkau bukan dalang dihidupku
Kau tak mengerti saying
Kau terlalu takut

Maap kan aku
Terselip harapan dalam setiap do’a ku
Kau bisa berjalan
Kau bisa melangkah tanpa aku
Terus lah berjalan terus
Masa depan engkau ada disana
Bukan disini

Tulisan ZAIDA

"Mengertilah Sayang"



Munafiq jika aku tak ingin cinta
Tak ingin mengenalnya
Tak ingin menyentuhnya
Dan tak ingin merasakannya

Tapi kau tau
Aku baru saja terluka olehnya
Luka – luka itu belum sembuh betul
Dan sekarang kau datang

Kau ucapkan hal yang sama dengan mereka
Dan kau lakukan hal yang sama
Kau tinggalkan aku dalam keheningan malam
Saat aku masih tak mampu menerima

Kenapa? Kenapa kau tinggalkan?
Bukan aku, kau yang membuat semua ini.
Aku? Aku tidak tahu apa – apa.
Salah kau yang memilih pilihan itu

Tak bisa kah kau buang keegoisan mu
Hanya untuk aku. Hanya aku
Inilah aku, terserah kau mau menerima atau tidak.

Tulisan ZAIDA

"Jangan Sentuh Aku!!!"



Tatapan mata penuh ketulusan
Nampaknya akan kembali menyentuh tubuh ini
Tapi akankah kebahagiaan yang datang?
Atau malah rasa sakit itu yang kembali merasuk dalam dada ini?

Salah aku jika mulai tak perduli?
Jika aku mulai benci dengan semua kata – kata manis dari mulut laki – laki
Yang ku anggap peduli namun nyatanya hanya sandiwara belaka?

Aku lelah dengan semua rasa ini
Apakah TUHAN menciptakan rasa cinta
Hanya untuk di permainkan?

Wanita.. yaa wanita
Memang hanya perhiasan dunia
Tak berarti kalian bisa seenaknya memainkan

Tetesan ini terus membasahi pipi
Entah sampai kapan akan terus mengalir
Bukan bentuk rasa sakit yang ditangisi
Tapi kekecewaan kenapa semudah itu
Perasaan ini dipermainkan?

Bodoh!
Yaa terlalu bodoh
Pasrah menerima semuanya tanpa perlawanan
Bagaikan negara yang tidak mampu lagi merdeka
Karena sudah terlalu lama dijajah

Semudah itu kah kau permainkan mata
Kau tatap dengan penuh rasa
Kau puji dengan sejuta keindahan
Cukup!!!!!!
Kembalikan kedamaian itu kedalam hati ku.
Dan silahkan pergi